519 Gempa Guguran Terekam, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas hingga Radius 7 Kilometer




Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. BPPTKG mencatat 103 guguran dalam sehari dan mengimbau warga menjauhi kawasan bahaya karena status Merapi masih Level III (Siaga).–dok. Induk Frekom 86

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan berstatus SIAGA. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di kawasan rawan bahaya.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis pada Sabtu (31/10/2026), berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental aktivitas Gunung Merapi selama periode 23–29 Oktober 2026.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan–barat daya serta tenggara. Pada sektor selatan–barat daya, ancaman di Sungai Boyong mencapai jarak maksimal 5 kilometer.

BACA JUGA : Hujan Deras Guyur Lereng Merapi, Petani Kepuharjo Kembali Tanam Jagung dan Kacang Tanah

BACA JUGA : Hujan Masuki Hari Kedua Guyur Lereng Merapi, Warga Cangkringan Lega Sekaligus Tetap Waspada

Sementara itu, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya di Sungai Woro mencapai maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

BPPTKG juga mengingatkan bahwa apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

“Hasil pengamatan visual menunjukkan Gunung Merapi mengeluarkan asap berwarna putih dengan ketebalan sedang hingga tebal. Tinggi asap bervariasi antara 10 sampai 200 meter dengan tekanan lemah,” katanya.

Selama periode pengamatan, BPPTKG mencatat sembilan kali guguran lava yang teramati. Rinciannya, lima kali mengarah ke hulu Kali Krasak dengan jarak maksimum 1.800 meter, satu kali ke hulu Kali Bebeng sejauh 1.700 meter, serta tiga kali ke hulu Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum 1.800 meter.

BACA JUGA : BPPTKG Ungkap Aktivitas Merapi Sepekan, 5 Awan Panas dan 38 Guguran Lava

BACA JUGA : Kebakaran Kawasan Gunung Merapi Srumbung Hanguskan 52,81 Hektare, Kerugian Ditaksir Rp1,17 Miliar

Pemantauan morfologi kubah lava juga menunjukkan sedikit perubahan pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Adapun Kubah Tengah tidak menunjukkan perubahan morfologi.

“Berdasarkan analisis foto udara pada 17 Oktober 2026, volume Kubah Barat Daya tercatat sebesar 4.187.400 meter kubik. Sementara volume Kubah Tengah mencapai 2.369.600 meter kubik,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *