Belajar dari Gempa 2006, BPBD Yogyakarta Petakan Ketahanan 1.000 Rumah




Belajar dari gempa bumi 2006, BPBD Kota Yogyakarta bersama BNPB dan UTY melakukan pendataan 1.000 rumah untuk memetakan ketahanan bangunan terhadap gempa. Upaya ini disertai edukasi konstruksi tahan gempa dan penguatan kesiapsiagaan SAR.–dok. Pemkot Jogja

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) telah melakukan pendataan terhadap 1.000 rumah untuk mengetahui kondisi ketahanannya terhadap gempa bumi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana di Kota Yogyakarta, terutama melalui pemetaan kondisi bangunan yang berpotensi membutuhkan perhatian dari sisi keamanan struktur.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mengatakan pengalaman gempa bumi pada 2006 menjadi pelajaran penting mengenai perlunya memastikan bangunan memiliki ketahanan terhadap guncangan.

“Pengalaman gempa bumi tahun 2006 menunjukkan banyak bangunan yang tidak tahan gempa. Karena itu, kita perlu memetakan rumah-rumah di Kota Yogyakarta yang belum tahan gempa,” kata Nur Hidayat dalam kegiatan Pelatihan Bersama Simulasi Search and Rescue (SAR) Gabungan di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA : Gempa Bisa Diberi Peringatan 10 Detik Sebelum Guncangan Merusak, Kenapa Indonesia Belum Pakai?

BACA JUGA : Sri Sultan Pastikan Mahasiswa Asal NTT di Jogja Tetap Bisa Kuliah Pascagempa NTT

Menurutnya, pendataan rumah tersebut diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi kondisi bangunan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Nur Hidayat menjelaskan, hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Selain pendataan, edukasi kepada masyarakat mengenai pembangunan dan rehabilitasi rumah yang lebih tahan gempa juga perlu diperkuat.

“Ini menjadi evaluasi bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sekaligus perlunya edukasi mengenai pembangunan atau rehabilitasi bangunan agar lebih tahan gempa,” ujarnya.

Upaya pemetaan ketahanan rumah tersebut berjalan seiring dengan penguatan kesiapsiagaan personel penanganan bencana di Kota Yogyakarta.

BACA JUGA : RSUP Dr. Sardjito Kirim 7 Tenaga Medis ke NTT Bantu Korban Gempa M 7,7

BACA JUGA : Gempa M7,7 Guncang NTT, 61 Mahasiswa KKN UMY Selamat dan Bantu Evakuasi Warga

Pada Kamis (29/10/2026), BPBD Kota Yogyakarta menggelar simulasi SAR gabungan yang melibatkan sekitar 150 personel dari berbagai instansi dan unsur relawan.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menangani situasi kedaruratan, termasuk skenario gempa bumi yang menyebabkan bangunan runtuh dan membutuhkan proses pencarian serta penyelamatan korban.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *